Tampilkan postingan dengan label Madaniyyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madaniyyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2011

Makiyyah dan Madaniyyah

Ada 3 sebab para ulama memberikan istilah ayat Makiyah atau Madaniyah :
1. Karena waktu turunnya
     Yaitu jika ayat tersebut turun sebelum hijrah maka ia dinamakan Makiyyah, dan jika ia turun setelah hijrah ia dinamakan Madaniyah.
2. Karena tempat turunnya
     Yaitu jika ayat itu diturunkan di Makkah dan sekitarnya disebut Makiyyah dan jika diturunkan di Madinah dan sekitarnya maka ia disebut Madaniyyah.
3. Karena objek yang ditunjuknya
     Jika objeknya adalah penduduk Makkah maka ia disebut Makkiyah dan jika objeknya adalah penduduk Madinah maka ia disebut Madaniyah.




1. Ciri-ciri khusus Makiyah :
a. Ciri-ciri Makiyah dari segi Lafadz
1. Setiap surat yang terdapat ayat sajdah
2. Setiap surat yang memuat lafadz “kalla” yang hanya disebut sebanyak 33 kali dalam 15 surat
3. Menggunakan kalimat “ya ayyuhannaas”
4. Menceritakan kisah umat-umat terdahulu kecuali surat Al-Baqarah
5. Menceritakan Adam dan Iblis kecuali surat Al-Baqarah
6. Suratnya di awali dengan huruf hijaiyah seperti “alif lam mim”                   kecuali Al-Baqarah dan Ali-Imron
b. Ciri-ciri Makiyah dari segi tema pembahasan :
1. Da’wah/ajakan untuk bertauhid, menyembah Allah, menetapkan kerasulan, menetap hari berbangkit dan pembalasan menceritakan kiamat dan huru-haranya, neraka dan siksanya, syurga dan kenikmatannya dan mendebat kaum musyrikin dengan dalil akli dan ayat-ayat kauniyah (alam).
2. Meletakan dasar-dasar syari’at, keutamaan akhlak dalam bermasyarakat, mencela kejahatan-kejahatan musyrikin berupa penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara zalim, menguburkan anak-anak perempuan hidup-hidup dan kebiasaan-kebiasan buruk lainnya.
3. Menceritakan kisah-kisah para Nabi yang terdahulu hingga mereka mengambil pelajaran hiburan bagi Nabi SAW untuk tenang karena pertolongan Allah pasti datang.
4. Ayatnya pendek-pendek namun penekanannya sangat kuat, karena menggunakan kalimat yang sulit.
2. Ciri-ciri Khusus Madaniyah
     a. Madaniyah dari segi lafadz (umum)
1. Setiap surat yang memuat kewajiban dan had ( Hukum minum khamr, zina )
2. Setiap surat yang menyebutkan orang-orang munafik, selain surat Al-Ankabut
3. Setiap surat yang terdapat debatan terhadap ahli kitab
4. Banyak menggunakan kalimat “yaa ayyuhalladzina aamanu”
              b. Ciri-ciri Madaniyah dari segi tema
1. Penjelasan tentang ibadah-ibadah, muamalat, hudud, manajemen, rumah tangga, waris, keutamaan jihad, shalat berjama’ah, urusan-urusan kenegaraan baik damai maupun perang, kaidah-kaidah hukum, dan masalah syari’at dan persyariatannya.
2. Objek pembicaraannya ahli kitab baik Yahudi dan Nasrani serta ajakan masuk Islam kepada mereka, penjelasan akan merubahnya mereka terhadap kitab-kitab Allah, menyembunyikan kebenaran.
3. Pengungkapan akan kelakuan dan sikap orang-orang munafik
4. Ayatnya panjang-panjang

MASA TURUN AL-QUR'AN

Masa Turun AL-QUR’AN
Masa diturunkannya Al Qur’an dihitung dari lama tinggalnya Rasul SAW, karena beliau hidup di dua tempat berbeda maka masa penurunan Al Qur’anpun dalam 2 waktu berbeda, yaitu :
Fase ini dihitung dari lamanya Rasulullah tinggal dan mukim di Makkah, dalam hitungan M. Khudori Bek dalam Tarikh Tasyri’ Rasulullah tinggal di Mekkah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari di mulai sejak 17 Ramadhan tahun 41 setelah kelahirannya/ 6 Agustus 610 M sampai dengan Rabi’ul Awwal tahun 53 kelahirannya. Ayat-ayat yang diturunkan di sana berjumlah 86 surat (4.726 ayat) 75,5 % dari keseluruhan Al-Qur’an dan dinamakan dengan ayat-ayat Makkiyah.

Fase ini dihitung sejak Nabi Hijrah ke Yatsrib (Madinah) yaitu bulan Rabi’ul Awwal tahun 53 kelahirannya sampai dengan 9 Dzul hijjah 10 H/ 7 Maret 632 M. dengan demikian beliau tinggal di Madinah selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. Ayat-ayat yang diturunkan disana berjumlah 28 surat (1.510 ayat) atau 24,5 % dari keseluruhan Al-Qur’an  dan dinamakan dengan ayat-ayat Madaniyyah.