Sabtu, 26 Maret 2011

BUAH DARI TAUHID ASMA WA SHIFAT

A. Asma’ul Husna
ولله الأسمآء الحسنى فادعوه بـها وذروا الذين يلحدون فى اسمآئه
“Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada Allah dengan menyebutnya, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam(menyebut) namaNya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”.

Ayat yang agung ini menunjukan beberapa hal berikut :
1. Menetapkan bahwa Allah memiliki nama-nama yang sangat baik (Asma’ul Husna)
2. Semua nama-nama Allah adalah sangat baik
3. Allah memerintahkan hambaNya untukberdo’a dan bertawassul kepada Allah dengan menggunakan namaNya.
4. Allah mengancam orang yang ilhad yaitu orang-orang yang menyelewengkan nama-nama Allah yang baik itu kepada ma’na yang bathil.
B. Sifat-Sifat Allah
            Sifat-sifat Allah terbagi menjadi 2 bagian,
1.Sifat Dzatiyah
            Yaitu sifat-sifat yang selalu melekat pada Allah SWT. Sifat-sifat ini terpisah dengan DzatNya, Diantara sifat-sifat Dzatiyah adalah :
a. Ilmu  (mengetahui)
b. Qudrot  (kuasa)
c. As-Sam’u (mendengar)
d. Al-Bashor (melihat)
e. Al-‘Izzah (kemuliaan)
f. Al-Hikmah (bijaksana)
g. Al-‘Uluw (tinggi)
h. Al-‘Azhomah (keagungan)
i. Al-Wajah (wajah)
j. Al-Yadain (dua tangan)
k. Al-‘Ainain (dua mata)
2.Sifat-sifat Fi’liyah
            Sifat-sifat fi’liyah adalah sifat yang Allah perbuat jika berkehendak.
Contoh-contoh sifat fi’liyah antara lain :
a. Al-Istiwa ‘alal Arsy (bersemayam di Arsy)
b. Al-Hubb dan Ar-Ridho (mencintai dan meridhoi)
c. As-Sukhtu dan Al-Karahah (Murka dan benci)
d. Al-Ityan dan Al-Maji (datang)
e. Al-Farah (gembira)
f. BUAH TARBIYAH TAUHID ASMA WA SIFAT
1. Jika manusia tahu asma dan sifat Allah dan tahu arti dan maksudnya secara benar, maka iapun akan tahu keagungan Rabbnya, sehingga ia akan tunduk dan patuh terhdap perintahNya,takut akan murka dan siksaNya,berharaprahmat dankasih syangNya serta 2. khsyu’ dalam beribadah dan berdo’a memohon kepadaNya. 
2. Jika manusia tahu bahwa Allah Maha Dahsyat siksaNya,Maha Mendengar,dan Maha Melihat,maka ia akan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan selalu menjaga diri dari ma’shiyat kepada Allah.
3. Jika manusia tahu bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Kaya,Maha Pemberi Ni’mat dan Maha Penyayang, maka ia pasti tak kan berputus asa dari rahmat Allah, selalu meminta hanya kepada Allah, dan senantiasa bersyukur akan ni’mat-ni’mat yang diberikanNya, dan senantiasaberbuat baik kepada sesame sebagaimana Allah berbuat baik kepadanya.

Jumat, 25 Maret 2011

Rukun dan Syarat di Terimanya Ibadah

3. Rukun Ibadah
Rukun artinya tiang atau pokok, dan ibadah itu berlandaskan pada tiga pokok, yaitu
1. Mahabbah (cinta)
Cinta adalah salah satu pondasi agama. Cinta juga menjadi bukti kedekatan seorang hamba dengan Rabbnya. Cinta adalah ni’mat yang Allah berikan kepada hambaNya yang dikehendakiNya.
            Namun demikian, cinta kepada Allah tak cukup hanya terucap di bibir saja, cinta kepada Allah haruslah dibuktikan dengan amal nyata yaitu mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Dan ketaatan itu haruslah berlandaskan cinta yang tulus. 
2. Ar-Roja’ (berharap)
Sifat Roja’ (berharap) akan muncul seiring ada dan kuatnya cinta kepada Allah. Hamba yang mencintai Rabbnya akan berharap cintanya dibalas oleh Allah, jika ia beramal ia berharap amalnya di terima, dan jika ia berbuat ma’siyat dan dosa ia juga berharap Allah akan mengampuni dosanya dan memaafkan kesalahannya.  
3. Khauf (takut)
Sebagaimana cinta yang dalam dapat menimbulkan Roja’ (harapan), maka cinta itupun akan menimbulkan sifat Khauf (takut), yaitu takut jika cintanya kepada Allah tak terbalas, takut amalnya tak di terima dan takut Allah akan marah dan murka kepadanya,
Rasa khauf(takut) akan menimbulkan sifat mawas diri, berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam beramal.
Tiga pondasi ini yaitu Hubb (cinta), Roja’ (berharap) dan Khauf (takut), haruslah dimiliki saat beribadah kepada Allah, karena jika beribadah hanya berlandaskan Hubb saja, maka ia akan menjadi ZINDHIQ (Istilah untuk setiap munafiq, orang sesat dan pendurhaka). Dan orang yang beribadah hanya dengan roja’ saja, maka ia akan menjadi MURJI’ (orang murji’ah yaitu aliran sesat yang menyatakan bahwa amal bukan bagian dari iman, karena iman hanya dalam hari). Dan orang yang beribadah hanya berdasar Khauf 9takut) saja, maka ia akan menjadi HARURI’ (yaitu orang dari aliran Khawarij, aliran sesat yang menyatakan bahwa orang mu’min yang berdosa adalah kafir.
4. Syarat di Terimanya Ibadah
            Agar ibadah yang kita lakukan di terima dan menjadi amal shalih, maka ibadah itu harus memenuhi syarat-syarat berikut. :
Jika Ibadah yang dilakukan adalah ibadah Mahdhoh, maka syarat diterimanya ada 3, yaitu :
1. Niatnya ikhlas hanya karena Allah (Q.S. 98: 5)
2. Ibadah itu disyari’atkan (103:3)
3. Di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dan jika ibadah yang dikerjakan adalah ibadah ghoiru mahdhoh, maka syarat di teimanya ada 2, yaitu :
1. Ibadah itu disyari’atkan (103:3)
2. Niatnya ikhlas
3Amalnya termasuk amal shalih

Kamis, 24 Maret 2011

IBADAH

Pengertian dan Macam-macam Ibadah
      Ibadah adalah hakikat dan tujuan penciptaan jin dan manusia,
Dalam Q.S. 56 (Ad-Dzariat : 56)
وما خلقت الجن والإنس الا ليعبدون
Artinya : “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”.
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah hanya kepadaNya.
1. Pengertian Ibadah
Ibadah menurut bahasa artinya tunduk dan merendahkan diri.
        Menurut istilah ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang di ridhoi Allah SWT,baik perbuatan maupun ucapan, yang zhahir maupun batin.
2. Macam-macam Ibadah
                        Secara umum ibadah dapat di bagi menjadi 2 macam.
1. Ibadah Mahdhoh
Yaitu jenis ibadah yang di syariatkan dan tata caranya sudah di tetapkan oleh Al-Qur’an maupun Hadist yang tidak boleh di tambah atau di kurangi. Seperti sholat,puasa, zakat,haji,dll.
        2.  Ibadah Ghoiru Mahdhoh
                        Ibadah ghoiru mahdhoh adalah ibadah yang disyari’atkan, namun tata cara pelaksanaannya tidak di tentukan waktu maupun jumlahnya. Seperti shodaqoh sunnah, membaca Al-Qur’an, dan mu’amalah sesama manusia.
            Dari 2 macam ibadah diatas, ibadah-ibadah juga memilki beberapa kategori, tergantung di tinjau dari dominasi anggota badan yang melaksanakannya.
Kategori-kategori ibadah itu adalah :
1. Ibadah I’tiqodiyah (keyakinan)
Ibadah I’tiqodiyah adalah ibadah yang berhubungan dengan keyakinan dan keimanan, seperti iman kepada rukun iman, dan iman kepada yang ghaib
2. Ibadah Qolbiyah (ibadah hati)
Ibadah qolbiyah adalah amalan-amalan ibadah yang lebih banyak dilakukan dengan hati, yang tidak boleh di tujukan dan dimaksudkan kecuali hanya kepada Allah. Seperti Hubb (cinta), Tawakkal, Sabar, Khauf (takut), Roja’ (berharap) dan taubat.
3. Ibadah Lafzhiyah
Ibadah lafzhiyah adalah amalan-amalan ibadah yang lebih banyak dilakukan dengan lisan. Seperti mengucap kalimat-kalimat thoyyibah, dzikir dan membaca Al-Qur’an.
4. Ibadah Jasadiyah (badan)
Ibadah jasadiyah adalah amalan-amalan ibadah  yang lebih banyak dilakukan dengan badan/jasad seperti ruku’, sujud, thawaf dll.
5. Ibadah Maliah (harta)
Ibadah maliah adalah amalan-amalan ibadah  yang lebih banyak dilakukan dengan sarana harta benda dan kekayaan. Seperti zakat, infaq dan shodaqoh, dll.
Walaupun ibadah diatas dikategorikan sesuai dominasi yang melakukannya, namun ibadah-ibadah itu dapat juga di lakukan dengan gabungan anggota badan yang melakukannya, contoh Ibadah Haji adalah hati harus meyakini bahwa haji adalah wjib bagi yang mampu, saat ibadah haji lisan terus mengumandangkan kalimat talbiyah (            لبيك اللهم لبيك     ) anggota badan melakukan amalan-amalan haji, dan
tentunya harta juga memegang peranan penting, sebagai ongkos dan bekal baik untuk yang pergi maupun untuk yang di tinggalkannya.

Rabu, 23 Maret 2011

PERUSAK SYAHADATAIN

7. Hal-hal Yang Membatalkan Syahadatain
            Yaitu hal-hal yang membatalkan islam, para fuqoha (ahli fiqih) telah menulis bab khusus yang diberi judull Bab Riddah (kemurtadan), dan yang terpenting ada 10.
a. Syirik dalam Rububiyah dan UluhiyahNya
b. Menjadikan perantara (wasilah) antara allah dan hambaNya
c. Tidak mengkafirkan orang musyrik dan membenarkan madzhabnya
e. Meyakini ada bahwa ad petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi. Atau meyakini ada hukum yang lebih baik dari hukum Allah.
f. Membenci suatu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah walau ia juga menngamalkannya
g. Menghina Allah, Rasul Agama Islam, pahala maupun siksa
h. Sihir dan perdukunan
i. Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi kaum muslimin
j. Meyakini bahwa sebagian orang yang boleh keluar dari syari’at Nabi Muhammad
  1. Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajari dan tidak mengamalkannya

Tauhid Uluhiyah juga disebut tauhid Ibadah, yaitu mengesakan Alloh dalam penyembahan dan peribatan serta permohonan.

Selasa, 22 Maret 2011

Cara Membuat isim Jama’ mudzakar Salim dari bentuk mufrod

 - Jika harokat akhir isim mufrodnya dhommatain (            )  atau beri’rob rofa’  maka cara membuatnya adalah :


1. Ganti harokat dhommatain (                 )  pada isim mufrod dengan  
    dhommah (               ) 
      سائح              Menjadi            سائح                         
      مقسط             Menjadi            مقسط             
2. Tambahkan wawu sukun (  وْ  )  dan nun fathah (  ن  ) setelah huruf
terakhirnya
سائح ون                   Menjadi            سائحون                               
- Jika isim mufrodnya berharokat fathah/ fathatain (            )  maka cara membuatnya adalah :
1.  Ganti harokat fathatain (         )   pada isim mufrod dengan kasroh (            ) 
      مديرا              Menjadi            مدير                          
    2. Tambahkan ya sukun (      يْ      ) dan nun fathah (     ن       ) setelah huruf
      terakhirnya,
       مدير ين                    Menjadi            مديرين          

- Jika isim mufrodnya berharokat kasroh/kasrotain (                  )   maka cara membuatnya adalah :
1.  Ganti harokat kasroh atau kasrotain (                  )   pada isim mufrod
dengan kasroh (            ) 
                            مشكور       Menjadi            مشكور                      
2. Tambahkan ya sukun (      يْ      ) dan nun fathah (     ن       ) setelah huruf
      terakhirnya,
مشكور ين            Menjadi            مشكورين                 
TABEL PEMBUATAN JAMA’ MUDZAKAR SALIM
Arti
Hasil Akhir
Perubahan II
Perubahan I
Mufrod
Yang selamat
سالمون
سالم ون
سالم
سالم
Sopir
سائـقـون
سائق ون
سائق
سائق
Pedagang
تاجرون
تاجر ون
تاجر
تاجر
Yang mendapat petunjuk
مهتدين
مهتدا ين
مهتدا
مهتدا
Pembimbing
مرشدين
مرشد ين
مرشدا
مرشدا
Orang yang sujud
ساجدين
ساجد ين
ساجدا
ساجدا
Yang di beri rizki
مرزوقين
مرزوق ين
مرزوق
مرزوق
Yang di puji
ممدوحين
ممدوح ين
ممدوح
ممدوح
Yang di cintai
محبوبين
محبوب ين
محبوب
محبوب

SYAHADATAIN (DUA KALIMAT SYAHADAT)

Pengertian, Rukun dan Syarat-syarat Syahadatain
1. Ma’na Syahadat  Tauhid لا اله الا الله
            Yaitu beri’tiqad dan berkeyakinan bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima penghambaan (Ibadah)kecuali Allah SWT.
2. Ma’na Syahadat Rasul محمدا عبده ورسوله
            Yaitu mengakui secara lahir batin bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekwensinya yaitu mentaati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak beribadah kecuali dengan apa yang telah disyari’atkannya dan di contohkannya.
3. Rukun Syahadat Tauhid لا اله الا الله
Syahadat Tauhid mempunyi dua rukun yaitu
a. An-Nafyu atau peniadaan,
yaitu membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan penyembahan hanya kepada Allah,
b. Al-Itsbat (penetapan)
            yaitu menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekwensinya.
4. Rukun Syahadat Rasul محمدا عبده ورسوله 
Syahadat Rasul juga memiliki 2 rukun “
a. Muhammad adalah hamba Allah
            Kata  عبدهdisni artinya hamba yang menyembah. Maksudnya beliau adalah manusia yang diciptakan dari bahan yang sama dengan bahan ciptaan manusia lainnya, juga berlaku atasnya apa yang berlaku atas manusia lainnya.
b. Muhammad adalah Rasul Allah
            Sedangkan Rasul artinya orang yang diutus kepada seluruh manusia dengan misi da’wah kepada Allah sebagi basyir (pembawa kabar gembira) dan nadzir (pemberi peringatan).
            Persaksian untuk Muhammad SAW dengan dua sifat ini dapat meniadakan sifat ifrath (berlebihan) dalam menghormati dan memuliakan Nabi, sifat ifrath menyebabkan banyak orang mengkultuskannya mereka beristighosah (minta pertolongan) kepada Nabi. Mereka juga meminta kepada beliau SAW. Apa yang tidak sanggup melakukannya kecuali Allah, seperti memenuhi hajat dan menghilangkan kesulitan bahkan beliau SAW.disejajarkan dengan Allah.
            Namun di sisi lain, sebagian orang melakkuakan Tafrith (meremehkan) dengan mengingkari kerasulannya atau mengurangi haknya, sehingga ia bergantung kepada pendapat-pendapat yang menyalahi ajarannya, serta memaksakan diri dalam mena’wilkan hadits-hadits dan hukum-hukumnya.
5. Syarat-Syarat Syahadat Tauhid
            Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah harus memenuhi 7 syarat, yang tanpa syarat-syarat itu syahadat itu tak berarti apa-apa. 7 syarat itu adalah :
a. Ilmu (pengetahuan) yang dapat menolak kebodohan
b. Yaqin yang dapat menolak keraguan
c. Qabul (menerima) yang dapat menolak radd (penolakan)
d. Inqiyyad (tunduk/patuh) yang dapat menolak tark meninggalkan
e. Ikhlash, yang dapat menolak syirik
f. Shiddiq (jujur) yang dapat menolak kadzib (dusta)
g. Mahabbah (cinta) yang dapat menolak baghdhaa (kebencian)
6. Syarat-Syarat Syahadat Rasul
            Sebagai bukti dari pengakuan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah harus memenuhi syarat-syarat berikut :
a. Mengakui kerasulannya dan meyakininya di dalam hati
b. Mengucapkan dan mengikrarkannya dengan lisan
c. Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telah dibawanya serta meninggalkan kebatilan yang telah dilarangnnya.
d. Membenarkan segala apa yang dikabarkannya terkait hal-hal yang ghaib baik yang sudah lewat maupun yang akan datang.
e. Mencintainya melebihi cinta kepada diri sendiri, orang tua, anak, harta dan seluruh manusia.
f. Lebih mandahulukan sabdanya di atas segala pendapat dan ucapan orang lain serta mengamlkan sunnahnya.

Senin, 21 Maret 2011

TAUHID

TAUHID
            Tauhid menurut bahasa diambil dari kata وحد – يوحد - توحيدا artinya mengesakan atau menyatakan esa.

Sedangkan tauhid menurut istilah syari’at adalah meyakini keesaan Alah dalam rububiyahNya, Ikhlas dalam beribadah kepadaNya dan menetapkan nama-nama yang baik bagiNya.
Tauhid terbagi 3
1. Tauhid Rububiyah
            Yaitu mengesakanAllah SWT dalam segala perbuatanNya, dengan meyakini bahwa Allah adalah :
a. Pencipta, Pemilik dan Pengatur seluruh alam
b. Pemberi rizki semua makhluk ciptaaNya
c. Yang Menghidupkan dan mematikan makhluk
d. Yang Memberi manfaat dan mudhorot
e. Memberi sakit dan menyembuhkannya
Tauhid Rububiyah adalah tauhid yang diakui oleh seluruh manusia
.2. Tauhid Uluhiyah
            Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam beribadah. Yaitu berniat ibadah hanya semata-mata untuk Allah dan karena Allah, bukan karena ingin di lihat orang (riya) atau ingin mendapat pujian dari manusia.
            Tauhid uluhiyah adalah inti ajaran/da’wah para Nabi sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW.
3. Tauhid Asma Wa Shifat
            Yaitu beriman kepada nama-nama dan shifat-shifat Allah, sebagaimana yang dijelaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits tanpa Ta’wil (merubah ma’na sebenarnya) dan Ta’thil (menghilangkan nama dan sifat Allah), tanpa takyif (mempersoalkan hakikat asma dan sifat Allah dengan bertanya “bagaimana”) dan Tamstil (menyerupakan Allah dengan makhluknya).